Teknik manajemen kelas yang efektif
Proses pembelajaran dapat berjalan sempurna dengan melalui pengolahan kelas yang baik karena pengolahan kelas yang baik sangat menentukan kualitas kegiatan belajar mengajar. Ketika kualitas belajar dan mengajar baik, maka tujuan pembelajaran yang ingin dicapai juga akan berjalan dengan baik. Itulah mengapa seorang guru harus memiliki kemampuan manajemen kelas yang baik.
Tujuan pengelolaan kelas bagi guru adalah menciptakan kelas yang baik. Pengolahan kelas yang efektif membantu guru menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa akan dapat mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diajarkan. Manajemen kelas atau pengolahan kelas yang efektif membutuhkan trik-trik khusus berikut ini adalah beberapa pedoman dalam teknik manajemen kelas.
1. Memulai Dengan penataan ruang kelas
Contoh pengolahan kelas yang pertama adalah dimulai dengan menata kelas senyawa mungkin. Atur posisi duduk siswa yang membuat siswa mudah melihat gurunya. Dalam kelas dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak akan lebih mudah guru dalam mengatur kelas sebagai kliknya jika jumlah siswa selalu banyak maka besar kemungkinan siswa yang duduk di posisi belakang akan sulit melihat guru hal ini dapat mempengaruhi fokus siswa saat belajar.
Supaya siswa nyaman, hias kelas dengan deklarasi dekorasi yang mendukung pelajaran. Gunakan hasil karya siswa dalam mendekorasi kelas. Ingat ya, jangan mendekorasi kelas terlalu heboh sehingga akan menjadi distraksi bagi siswa. Perhatikan pula percayaan, ventilasi udara, dan jauhkan dari sumber-sumber kebisingan.
2. Tetapkan aturan dengan tegas
Cara menguasai kelas saat mengajar yang kedua adalah dengan menetapkan aturan setelah peraturan atau atau aturan dibuat, maka guru harus memastikan peraturan-peraturan tersebut dijalankan oleh semua warga kelas termasuk guru dengan demikian aturan yang dibuat akan berfungsi dengan baik.
Hendaknya kita menetapkan peraturan, siswa juga harus dilibatkan. Hal ini bertujuan membuat siswa merasa turut memiliki dan aware terhadap peraturan yang ada di dalam kelas. Peraturan yang dibuat di kelas biasanya termasuk menentukan konsekuensi yang akan diberikan jika siswa melanggar. Jika aturan ditetapkan dan dijalankan secara baik, mahasiswa akan dapat menerima peraturan dengan baik pula sehingga potensi kelas menjadi tidak kondusif dapat diminimalisir.
3. Antisipasi kondisi kelas
Sebelum pembelajaran dimulai guru perlu untuk mengkondisikan semua siswa dengan baik secara fisik maupun psikis. Tak jarang guru menentukan siswa gaduh saat memasuki kelas. Jika harus ini terjadi, guru jangan langsung memulai pembelajaran pastikan semua siswa tenang dan siap belajar sebelum memulai pembelajaran.
Cara menguasai kelas yang ramai misalnya dengan memberikan kode-kode khusus seperti tepuk tangan, yel-yel, hitungan dan panggilan khusus bagi siswa. Tepuk tangan dengan tempo tertentu sehingga siswa menyadari kehadiran gurunya ya dan kembali fokus. Buat lah yel-yel yang membuat siswa termotivasi dalam pembelajaran atau menghitung sampai siswa kembali tenang. Cara lainnya adalah dengan menciptakan panggilan dan jawaban khusus. Misalnya ketika guru menyebutkan nama kelas, siswa menjawab dengan jawaban tertentu. Contoh kelas Utsman bin Affan. Jika guru menyebut Utsman bin Affan siswa menjawab labbaik ketika kelas mulai ramai, guru pintar dapat memanggil nama kelas sehingga semua siswa menjawab dan tertib kembali.
4. Buat siswa tetap fokus dalam belajar
Upaya agar proses pembelajaran berhasil yang dapat guru lakukan adalah dengan membuat siswa tetap fokus dalam belajar. Beberapa siswa yang tanpa tidak fokus saat guru pintar menyampaikan materi pembelajaran bisa jadi disebabkan oleh hal-hal seperti mengantuk bosan, capek, sulit memahami materi dan lain sebagainya. Sebagai seseorang pendidik guru dapat menerapkan beberapa tips seperti memberikan pertanyaan kepada siswa dengan cara menentukan siswa (terutama yang terlihat kurang fokus), mengajar siswa melakukan ice breaking dan memberikan aktivitas yang mengandung kejutan-kejutan menarik lainnya.
5. Sersan (serius tapi santai)
Contoh manajemen kelas berikutnya adalah sersan serius tapi santai. Hal ini perlu dia lakukan karena jika guru terlalu serius, siswa akan menjadi tegang dan tidak nyaman dalam belajar. Sebaiknya jika terlalu santai, maka siswa seenaknya sendiri dan mengabaikan instruksi dan guru. pintar dapat memulai pembelajaran dengan serius jika suasana belajar sudah terkondisikan dan terlihat siswa mulai bosan untuk menyelenggarakan suasana. Tetapi jangan berlebihan ya dalam membelikan guyonan-goyonan. Jangan sampai siswa lebih terkesan pada kegiatan selingan yang diberikan kepada daripada pembelajaran.
6. Memulai pembelajaran dengan penuh semangat
Memulai dengan salam dan menyapa siswa dengan ceria. Semangat ya guru tunjukkan saat memulai Pembelajaran dapat menular juga loh pada siswa titik oleh karena itu, tunjukkan semangat guru mulai dari masuk kelas hingga pembelajaran terakhir. Bagaimana jika jurus sedang dalam suasana hati yang kurang baik? Di sinilah pentingnya bagi seorang guru untuk memiliki kemampuan mengelola emosi. Betul sekali, kemampuan pengelolaan emosi sangat mempengaruhi dalam kemampuan guru mengelola kelas. Jangan biarkan perasaan negatif yang buruk pintar alami terlihat oleh siswa karena akan membuat siswa kehilangan semangat belajar. Sebagai pendidik kita perlu belajar mengelola emosi. Keterampilan guru dalam mengelola emosi bisa membuat siswa merasa nyaman dan lebih bersemangat dalam belajar.
7. Perhatikan posisi ketika mengajar
Saat mengajar, guru harus memperhatikan posisi tubuh titik posisi guru saat mengajar akan sangat membantu dalam mengelola dan mengendalikan kelas. Contoh posisi tubuh saat mengajar yang dapat mendukung pengelolaan kelas yang efektif diantaranya adalah dengan berdiri saat mengajar. Sesekali berjalan berkeliling kelas juga penting untuk memantau seluruh siswa. Hindari mengajar atau menerangkan dalam posisi duduk yang terlalu lama. Hal ini dapat membuat siswa mudah merasa jenuh dan jangan pula terlalu sering membelakangi siswa terutama saat menulis di papan tulis. Usaha dalam posisi menyamping ketika menulis sehingga guru tetap dapat melihat siswa.
Demikian beberapa panduan yang dapat guru praktikan di kelas sehingga Pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.
Komentar
Posting Komentar